Pj Wali Kota Jambi Bersama Polresta dan Kodim Tandatangan Pengamanan Pilkada

Kota Jambi - Menjelang dilaksanakannya pemilihan kepala daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi melakukan penanda tanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dalam rangka pengamanan Pilkada di Kota Jambi.

Pj Wali Kota Jambi Sri Purwaningsih didampingi Kabag Kesbangpol, Kabag Keuangan dan Kabag Hukum melakukan penandatanganan NPHD yang dilaksanakan di rumah dinas Wali Kota, Rabu (08/05/2024) bersama Kapolresta Jambi Kombes Pol Eko Wahyudi dan Dandim 0415/Jambi Letkol Arm Eko Pristiono .

Sri Purwaningsih menyatakan pelaksanaan penandatanganan ini diberikan kepada dua institusi yakni Polri/TNI guna pengamanan Pilkada di Kota Jambi nantinya. Selaku pemerintahan, Pemkot Jambi mensupport sesuai dengan ketentuan dalam UU.

“Saya selaku Pj Wali Kota Jambi diberi tugas dalam mengawali pelaksanaan Pilkada ini dan memastikan agar semuanya berjalan lancar hingga selesai. Jadi kami melakukan Kerjasama dengan institusi Polri dan TNI, dimana sumber dananya berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung hal tersebut, kata Sri.

Sri berharap, setelah dilaksanakannya penandatanganan NPHD bersama dua institusi ini bisa menimalisir serta menjaga kondusifitas pada pelaksanaan Pilkada yang tidak lama lagi dilaksankan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para komandan di dua institusi ini Pak Kapolresta dan Pak Dandim 0415/Jambi. Mari sama – sama kita jaga dan gunakan sesuai dengan ketentuan yang telah berlaku. Agar berjalan aman dan lancar dari proses hingga penetapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi terpilih nanti,” pungkas Pj Wali Kota.

Peringatan Hardiknas Promosi Adat dan Budaya

Kota Jambi - Memperingati hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Pj Wali Kota bersama para pejabat dan Forkopimda dilingkup Pemerintah Kota Jambi, Senin (06/05/2024) melaksanakan upacara bendera di lapangan itama kantor Wali Kota.

Pj Wali Kota Jambi, Sri Purwaningsih mengenakan pakaian adat bertindak sebagai inspektur upacara Hardiknas yang jatuh pada setiap tanggal 02 Mei. “Upacara dalam rangka Hardiknas ini seharusnya dilaksanakan tepat pada 02 Mei. Namun karena siswa/i kelas IX masih ujian jadi baru dilangsungkan pada hari ini,” ucap Pj Wali Kota.

Sri Purwaningsih yang membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan bahwa gerakan merdeka belajar dalam lima tahun kepemimpinannya semakin menyadarkan tentang tantangan dan kesempatan dalam memajukan pendidikan Indonesia.

"Bukan hal yang mudah untuk mentransformasi sebuah sistem yang sangat besar. Bukan tugas yang sederhana untuk mengubah perspektif tentang proses pembelajaran, perubahan butuh perjuangan. Rasa tidak nyaman menyertai setiap langkah menuju perbaikan dan kemajuan.”

“Mulai dari pandemi covid, ombak kencang dan karang tinggi sudah dilewati bersama. Kini, Kita sudah mulai merasakan perubahan terjadi. Wajah baru Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sedang Kita bangun bersama dengan gerakan merdeka belajar. Kita sudah mendengar lagi anak-anak Indonesia berani bermimpi karena merasa merdeka saat belajar di kelas. Kita sudah melihat lagi guru-guru yang berani mencoba hal-hal baru karena mereka mendapatkan kepercayaan untuk mengenal dan menilai murid-muridnya. Kita sudah menyaksikan lagi para mahasiswa yang siap berkarya dan berkontribusi karena ruang untuk belajar tidak lagi terbatas di dalam kampus. Dan kita sudah merayakan lagi semarak karya-karya yang kreatif karena seniman dan pelaku budaya terus didukung untuk berekspresi,”  ucap Pj Wali Kota

Dalam sambutan tersebut juga, sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,  Nadiem Makarim berharap merdeka belajar agar dapat terus dilanjutkan, demi membawa indonesia melompat ke masa depan.

“Saya titipkan merdeka belajar kepada anda semua para tenaga pendidik, para penggerak perubahan yang tidak mengenal kata menyerah. Saya ucapkan terima kasih banyak atas perjuangannya, apa yang telah kita jalankan harus diteruskan sebagai gerakan yang berkelanjutan,” tutup Nadiem.

Sementara itu, kepada awak media Sri mengatakan, dalam pelaksanaan upacara Hardiknas tahun 2024 ini sekaligus ajang memperkenalkan budaya khususnya pakaian adat yang dikenakan para peserta dan pembina upacara.

"Hari ini semua nya menggunakan pakaian adat dari sabang sampe marauke, sebagai ajang memperkenalkan keberagaman di Indonesia.”

“Jadi peringatan Hardiknas ini juga sebagai moment  kami gunakan  bentuk dari  promosi dan sosialisasi keluar. Agar orang diluar sana tau bagaimana keaslian pakaian khas Jambi seperti apa yang saya gunakan hari ini,” kata Sri.

Lebih lanjut, Sri juga berpesan kepada generasi muda sebagai penerus bangsa, khusus nya untuk Kota Jambi agar mengetahui keberagaman daerah dan budaya supaya tidak hilang digerus zaman.

“Saya minta kepada generasi penerus bangsa anak-anak kita dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi supaya kenali budaya-budaya kita, karena Kota Jambi jni berbeda dengan daerah yang lainnya,” pesan Sri.

Pada kesempatan ini, Pj Wali Kota Jambi juga memberikan penghargaan kepada para siswa/i dan guru berprestasi,  sekaligus memberikan hadiah kepada lima orang guru yang akan memasuki masa purna bakti, dengan memberikan pensiunan taspen.

 

Halal Bihalal LAM Kota Bersama Pemkot Jambi Perkuat Sinergi Bersama

Kota Jambi - Pj Wali Kota Jambi, Sri Purwaningsih didampingi Kepala Dinas DMPPA, Kepala Kesbangpol dan Kepala OPD dilingkungan Pemkot Jambi, Sabtu (04/05/2024) menghadiri acara Halal Bihalal Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi. 

Bertema “Tekad Kuat Mewujudkan Generasi Muda Cinta Adat Dan Budaya, Sucikan Diri Dengan Silaturahmi”, ini dilaksanakan di Aula LAM, juga turut dihadiri Sekda Provinsi Jambi, Sudirman, Ketua LAM Kota Jambi, Datuk Nawawi Ismail, Kepala Pengadilan Agama Kota Jambi, dan para Datuk, serta Datin SeKota Jambi.

“Ini merupakan pengalaman saya, ini adalah suatu ajaran yang menunjukkan kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa. Atas nama pemerintah Kota Jambi saya sampaikan mohon maaf lahir dan batin atas apa yang telah dilakukan, semoga langkah kita bisa terus diberi kemudahan, dan kebersamaan bagaimana LAM kota Jambi ini berkontribusi untuk pembangunan kota Jambi,” ucap Sri pada sambutannya.

Tidak hanya itu, dalam moment Halal Bihalal ini Sri juga menyampaikan dua hal yang tentunya dapat menambah kuat nya sinergi antara Pemkot Jambi bersama LAM, pertama mengenai dan memastikan masuknya Adat dan Budaya dalam muatan lokal pendidikan, serta kedua Diorama untuk mengabadikan sejarah kota Jambi, untuk menjadi alat yang bisa mengenalkan seperti apa kota Jambi dulunya sampai dengan saat ini.

"Diorama merupakan benda miniatur tiga dimensi yang menggambarkan suatu pemandangan atau suatu adegan. Mudah-mudahan kesungguhan pemerintah kota dan juga LAM kota Jambi ini dengan kebersamaan bisa sama-sama nanti segera mewujudkan untuk men-support dan bisa kita segera implementasikan di tahun 2024 ini,” kata Sri.

“Tujuan dari Diorama ini adalah memberitahu tentang keunggulan Kota Jambi. Yang nantinya menarik wisatawan dapat meningkatkan PAD. Karena kita merupakan garda terdepan di Provinsi sebagai ibu kota.”

Sri juga mengatakan bentuk support dari pemerintah kepada LAM telah memfasilitasi, seperti pemberian kendaraan dinas bagi Ketua LAM kota Jambi, dan tentunya anggaran yang sudah dimasukan dalam Peraturan Wali kota.

“Jadi kita sama-sama cermati bersama, kita kawal prosesnya, karena masalah anggaran ini kita di atur oleh aturan dalam pemerintahan, namun telah kita ajukan dan masukan dalam Perwal, sekarang telah disinkronkan di Kementrian Hukum dan HAM, selanjutnya akan disampaikan kepada Gubernur.”

"Kepada Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi teruslah berupaya melestarikan adat dan budaya melayu ini, jalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait, sehingga dengan dinamika zaman sekarang yang serba digital serta pemanfaatan teknologi canggih, Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi mampu mentransformasi menjadi benteng utama pertahanan adat dan budaya melayu,” pungkas Sri.

Sementara itu, sebelumnya, Ketua LAM melalui Sekretaris LAM Kota Jambi Datuk Atzwan mengatakan bahwa halal bihalal ini sebagai moment silahturahmi, guna memperkuat tali silahturahmi.

“Terimakasih atas support nya kepada LAM Kota Jambi selama ini,” ucap Sekretaris LAM Kota Jambi.

Terkait kebutuhan dan administrasi yang disampaikan oleh Pj Wali Kota Jambi, dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkot.

“Dengan anggaran yang ada dalam satu tahun 176 juta di tahun 2024, jadi di momentum ini kepada Pemkot Jambi yang dihadiri langsung Pj Wali Kota untuk dapat selalu sumbangsih dan sinergi nya bersama LAM Kota Jambi,” singkat Atzwan.

Dikesempatan yang sama, hal serupa juga disampaikan oleh Sekda Provinsi Jambi, Sudirman menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini, dimana ajang ini merupakan momen guna mempererat tali silahturahmi antar lembaga bersama pemerintahan.

“Atas nama Pemprov Jambi saya ucapkan mohon maaf lahir dan batin. Dan memberikan penghargaan setingg-tingginya terhadap LAM karena telah menciptakan keseimbangan dalam pemerintahan.”

“Mari kita dukung setiap tugas pemerintahan, mari bersama menjaga kondusifitas. Agar situasi Kota tetap aman dan terkendali,” pungkas Sekda Sudirman.

 

Tekan Harga Bawang, Pemkot Jambi Gandeng Pemkab Brebes

Kota Jambi - Pemerintah Kota Jambi kembali melakukan aksi pengendalian harga komoditas kebutuhan pokok masyarakat di pasaran. Terutama untuk komoditas bawang merah yang mengalami trend kenaikan harga, Pemkot Jambi mendatangkan bawang merah dari daerah penghasil, yaitu Kabupaten Brebes.

“Untuk langkah intervensi pengendalian harga selama sepekan kedepan, kami mendatangkan 2 ton bawang merah dari Kabupaten Brebes,” ujar Sri Purwaningsih, Penjabat (Pj) Wali Kota Jambi, Jum’at (03/05/2024)

Intervensi pengendalian harga tersebut ujar Sri, adalah sebagai wujud implementasi langkah kongkrit Pemkot Jambi untuk memastikan harga kebutuhan pokok masyarakat dapat terjangkau oleh masyarakat dan ketersediaan pasokan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Secara nasional memang ada kenaikan harga untuk bawang merah, begitu juga di Kota Jambi kami lihat ada kenaikan. Ini adalah upaya pemerintah untuk memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga ditengah masyarakat,” jelasnya.

Secara nasional memang ada kenaikan harga untuk bawang merah, begitu juga di Kota Jambi kami lihat ada kenaikan. Ini adalah upaya pemerintah untuk memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga ditengah masyarakat,” jelasnya.

Sri juga sebutkan bahwa Pemkot Jambi akan melakukan operasi pasar bawang merah selama sepekan kedepan, disejumlah pasar di Kota Jambi.

“Kita akan gelar operasi pasar bawang merah dan juga ada cabai merah, beras, gula, dan minyak di beberapa pasar tradisional. Seperti Pasar Talang Banjar dan lainnya. Harganya terjangkau. Masyarakat silahkan berbelanja dengan bijak, beli secukupnya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Jangan khawatir, kami pastikan stok cukup dan tersedia di Kota Jambi. Semoga ini membantu masyarakat menghemat pengeluaran untuk kebutuhan belanja,” pungkas Sri.

Birokrat Kemendagri ini berharap langkah kongkrit yang dilakukan oleh Pemkot Jambi tersebut akan berdampak positif pada upaya pengendalian inflasi, terutama menjaga ketersediaan pasokan dan pengendalian harga komoditas yang cukup bergejolak di Kota Jambi.

Pembelian bawang merah di Kabupaten Brebes merupakan implementasi dari Kerjasama Antar Daerah (KAD) yang telah diinisiasi oleh Pemkot Jambi dengan Kabupaten Brebes sejak tahun lalu.

Pembelian bawang merah tersebut, dipimpin langsung oleh Asisten Sekda Kota Jambi Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Amirullah dan Kadisperindag Kota Jambi, Amran di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Begitu juga untuk komoditas lain seperti cabai dan beras, Pemkot Jambi juga telah menjalin kerjasama daerah dengan beberapa pemerintah daerah lainnya. Untuk pembelian komoditas, Pemkot Jambi juga menggandeng Koperasi Pegawai Negeri KPN-KPKJ.

Pembelian komoditas ini juga didukung penuh oleh Bank Indonesia yang membantu pembiayaan distribusi dan pengangkutan dari penghasil hingga ke Kota Jambi.

Subsidi harga juga menggunakan dana BTT, yang dialokasikan khusus untuk pengendalian inflasi di Kota Jambi. Subsidi harga tersebut bertujuan untuk memastikan harga di Kota Jambi tetap sama dengan harga di daerah penghasil.

Sebelumnya, Kota Jambi juga telah mengimplementasikan kerjasama daerah lainnya, dengan melaksanakan pembelian cabai merah di Kabupaten Sleman dan Purworejo untuk pengendalian harga dan pasokan di Kota Jambi, yang saat itu mengalami kondisi kenaikan harga cabai merah secara signifikan. Upaya tersebut membuahkan hasil positif, terbukti trend harga cabai merah di Kota Jambi hingga saat ini cenderung stabil terkendali.

Diberitakan sebelumnya, Penjabat (Pj.) Wali Kota Jambi, Sri Purwaningsih telah menyiapkan beberapa rencana strategis dan juga sekaligus telah mengimplementasikan upaya kongkrit pengendalian inflasi Kota Jambi, baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang selama tahun 2024.

Pemkot Jambi gencar melaksanakan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk stabilisasi harga dan terjaminnya ketersediaan pasokan di tengah masyarakat. Upaya yang telah dilakukan antara lain, Gerakan Pangan Murah (GPM), Operasi Pasar Murah, subsidi atas komoditas Volatile Food, Sidak pasar dan gudang, gerakan menanam dan kerjasama daerah dengan daerah penghasil.

Langkah kongkrit upaya pengendalian inflasi di Kota Jambi tersebut diharapkan dapat membantu menjaga perekonomian daerah dan daya beli masyarakat, sehingga kemudian berdampak pada terkendalinya inflasi di Kota Jambi.

Pj Wali Kota Jambi Harapkan FKP Optimalisasi Layanan

Kota Jambi - Penjabat (Pj) Wali Kota Jambi Sri Purwaningsih membuka acara Forum Konsultasi Publik (FKP) Dinas Sosial Kota Jambi bertempat di Aula Bappeda, Kamis (02/05/2024). Kegiatan kali ini mengangkat tema “Optimalisasi Layanan Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Tahun 2024”.

Sri menyampaikan Forum Konsultasi Publik (FKP) ini diselenggarakan sebagai media evaluasi, sehingga akan terjadi peningkatan kinerja pelayanan oleh aparatur. Selain itu juga FKP diharapkan dapat menjadi wadah membangun partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan peraturan atau kebijakan pelayanan publik.

“Memberikan layanan yang baik dan prima bagi seluruh masyarakat atau pemangku kepentingan adalah kewajiban. Serupa amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, bahwa setiap penyelenggara pelayanan publik, baik yang memberikan pelayanan kepada masyarakat secara langsung maupun tidak langsung wajib menyusun, menetapkan, dan menerapkan standar pelayanan untuk setiap jenis pelayanan sebagai tolok ukur dalam penyelenggaraan pelayanan di lingkungan masing-masing.”

“Dalam Undang-undang tersebut juga telah mengamanatkan bahwa penyelenggara pelayanan publik wajib mengikutsertakan dalam penyelenggaraan pelayanan publik sebagai upaya membangun sistem yang adil, transparan dan akuntabel,” jelas Sri.

Bentuk pengikutserta masyarakat dalam menjalankan layanan publik, Pj Wali Kota Sri mengatakan, dapat diwujudkan dalam bentuk kerjasama, memberikan hak dan kewajiban masyarakat, serta peran aktif dalam penyusunan kebijakan pelayanan publik yang dimulai sejak penyusunan kebijakan sampai dengan evaluasi kebijakan.

“Dalam rangka pelaksanaan partisipasi masyarakat tersebut, perlu adanya koordinasi antara penyelenggara pelayanan dengan masyarakat sebagai pengguna layanan yang diwadahi dalam bentuk Forum Konsultasi Publik (FKP).”

“Kegiatan FKP diselenggarakan dengan komunikasi dua arah, dimana masyarakat dapat merekomendasikan, memberikan masukan dan saran kepada penyelenggara pelayanan publik atas layanan yang diterima,” sebut Sri.

Sri Purwaningsih berharap melalui acara FKP Dinas Sosial ini dapat menguraikan permasalahan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pelayanan publik antara Pemerintah Kota Jambi dan masyarakat.

“Dengan adanya kegiatan FKP ini semoga bisa menjadi sarana menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan kebijakan Pemerintah Kota Jambi, sehingga akan terwujud pelayanan yang prima dan tentunya akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi yang kita cintai ini,” tukasnya.

Kegiatan yang mengangkat tema “Optimalisasi Layanan Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Tahun 2024” ini menampilkan berbagai pemangku kepentingan terkait yang mempunyai hubungan dengan pelaksanaan urusan sosial.

 

Pj Wali Kota Jambi Sidak Pembersihan Sampah

Kota Jambi - Pasca libur lebaran, Penjabat (Pj) Wali Kota Jambi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) kebersihan dibeberapa wilayah dalam kota Jambi, Kamis (18/4/2024). Sidak dilakukan dengan fokus peninjauan ke beberapa Tempat Pembuangan Sementara (TPS), antara lain di kawasan Kuburan China Kecamatan Alam Barajo dan Tanjung Lumut Kecamatan Paalmerah. Dia mendapati dibeberapa wilayah tersebut masih terdapat penumpukan sampah. Dilokasi itu, Sri juga sempat memimpin rapat mendadak besama perangkat daerah terkait sekaligus memberikan arahan kepada jajarannya.

“Tadi Saya baru saja melakukan Sidak kebersihan, Saya sengaja turun untuk mengecek kebersihan kota kita ini, karena biasanya kalau habis lebaran volume sampah akan meningkat, belum lagi saat lebaran memang mobilitas warga yang masuk ke kota Jambi juga bertambah, seperti untuk bersilaturrahmi maupun berlibur di kota Jambi, dan Alhamdulillah, tadi semuanya sudah diangkut oleh petugas, baik dari kelurahan, kecamatan maupun DLH,” ujar Sri.

Menurut Sri, penumpukan sampah terjadi salah satunya karena masih belum disiplinnya warga membuang sampah.

“Dinas terkait beserta Camat dan Lurah sudah berupaya, ternyata warga kita masih belum disiplin membuang sampah, baik tempatnya maupun waktunya. Tadi Saya lihat ada penumpukan sampah bukan ditempat mestinya, selain itu juga adanya warga yang membuang sampah diluar jam yang telah ditentukan sebagaimana yang telah diatur dalam Perda dan Peraturan Wali Kota, akibatnya ada timbulan sampah yang tidak sempat terangkut oleh petugas,” tambahnya.

Sri juga mensinyalir ada yang sengaja terus menerus melanggar ketentuan tersebut, untuk itu dirinya meminta aparaturnya lebih tegas dalam menindak pelaku yang sengaja membuang sampah sembarangan tersebut.

“Pemkot sudah melakukan berbagai upaya, baik sosialisasi, imbauan, teguran hingga peringatan mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan hingga RT, namun praktik membuang sampah bukan ditempat semestinya atau diluar waktu yang telah ditentukan itu masih terus terjadi, apalagi berdasarkan laporan dari pak Camat dan pak Lurah bahwa ada warga diluar kota Jambi yang berulang melakukan pembuangan sampah saat melintas dalam wilayah kota Jambi. Saya rasa perlu ditingkatkan penegakan hukum terhadap pelanggaran ini, oleh karenanya saya minta aparatur tingkatkan patroli dan berikan sanksi sesuai dengan ketentuan,” tegasnya.

Sri kembali mengimbau warganya untuk bijak dalam mengelola sampah, selain itu perilaku terpuji, mengelola sampah yang baik itu juga dapat bernilai ekonomis.

“Saya mengingatkan, bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, maka mengelola sampah dengan bijak itu berpahala, bahkan dapat bernilai ekonomis, dan sebaliknya memperlakukan sampah sembarangan adalah perilaku yang tidak terpuji dan menurunkan imannya, karena perbuatan tersebut selain merugikan kesehatan warga lain karena terbatasnya ruang orang menghirup udara bersih dan sehat, juga merusak estetika kota, apalagi kota kita ini sudah mendapat predikat Adipura, Kota Sehat dan Kota Layak Anak,” pungkas Sri. 

Copyright © Free Joomla! 4 templates / Design by Galusso Themes