Naah...Pasar Pangan Murah Ludes Diserbu Emak Emak

Kota Jambi - Ratusan emak emak, Rabu (25/10/2023) menyerbu penjualan pangan murah dikawasan  Tugu Keris, perkantoran Walikot Jambi  Kota Baru Jambi untuk membeli berbagai  kebutuhan pokok ataupun  pangan murah.

Adapun kebutuhan pokok yang dijual serpti, beras, minyak goreng, gula, telor, tepung terigu, bawang merah dan putih.
Bahkan juga menjual ikan segar, daging beku, maupun sayur mayur.

Rinawati, salah seorang pembeli warga perumas Kota Baru mengaku merasa terbantu dengan harga murah. 
Selisih harga beli dari pasaran antara dua sampai lima ribu rupiah sangat membantu warga ditengah mahalnya harga maupun kesulitan ekonomi saat ini.

Beras Bulog per kampil berat lima kilogram dijual seharga lima puluh dua  ribu rupiah, sedangkan dipasaran seharga lima puluh tujuh ribu rupiah.

Minyak goreng dijual empat belas ribu rupiah per kilo, lebih murah dari harga dipasaran seharga delapan belas ribu rupiah. Telor disini hanya dihargai empat puluh delapan  ribu rupiah per tepek, sedangkan dipasaran mencapai enam puluh ribu rupiah.

"Selisih harganya lumayan lah, beras satu kampil lebih murah lima ribu rupiah, dipasar lima puluh tujuh ribu rupiah, disini lima dua ribu rupiah,"ujar ibu rumah tangga ini.


Walikota jambi, Syarif Fasha, mengatakan, selain Bulog, juga menyertakan  para kelompok tani untuk menjual langsung hasil panen mereka pada gerakan pangan murah ini. Selain  membantu menstabilkan harga pasar yang dapat  membantu warga miskin serta dapat meningkatkan pendapatan para petani.

"Gerakan pangan murah ini melibatkan para petani yang sudah mendapatkan bantuan bibit untuk menjual hasilnya kesini semua, harga disini lebih murah",tegas Fasha.

Tidak sampai dua jam, semua dagangan di gerakan pangan murah ini pun habis, ludes terjual.

Polda Jambi Periksa Dahlan Iskan Saksi Korupsi PTPN VI Jambi

Jambi - Mantan Menteri BUMN periode 2011-2104 Dahlan Iskan, Senin (02/10/2023) datang memenuhi panggilan penyidik tindak pidana korupsi Ditkrimsus  Polda Jambi. 

Dahlan Iskan menjalani pemeriksaan diruang penyidikan lantai tiga Ditkrimsus sebagai saksi bagi calon tersangka korupsi di PTPN VI Jambi.

Usai diperiksa, Dahlan Iskan mengaku kelelahan karena menjalani pemeriksaan sekaligus bagi empat orang calon tersangka, "diperiksanya bukan untuk satu orang tersangka saja, namun sekaligus bagi empat orang lainya", keluhnya.


Dalam kesaksianya Dahlan Iskan, menyatakan bila  tersangka saat itu pejabat direktur PTPN VI Jambi, membeli kebun sawit dari pihak swasta PT.  Mendahara Agrojaya Industri yang tidak seusai prosedur.

Dahlan Iskan merasa dibohongi, semua persyaratan pembelian kebun baru belum mendapat persetujuan Menteri, namun diam diam  pembayaran sudah lebih dahulu dilakukan para tersangka.

"Sudah  ada pembayaran sebelum  dilakukan prosedur yang benar.  Koq ada ya praktek seperti itu ya,  saya bilang proses saja secara hukum saat itu.  Sebagai menteri akan menyetujui bila memenuhi semua syaratnya,  sata dibohongi bisa dikatakan seperti itu", kesalnya.


AKBP Ade Dirman,  Kasubdit Tipikor Ditkrimsus Polda Jambi menegaskan, Dahlan Iskan merupakan saksi terakhir dari enam puluh orang saksi lainya. Dalam keteranganya Dahlan Iskan baru mengetahui kasus tersebut disaat diperiksa sebagai saksi.

"saksi terakhir untuk  empat orang calon  tersangka,  Dahlan sudah menyampaikan dia mengetahui tapi tidak sesuai prosedur, sebelum ada ijin dari menteri mereka sudah melakukan pembayaran ",tegas Ade Dirman. 

Akibat pembelian kebun sawit di Kabupaten Tanjung Jabung Timur  tahun 2012 lalu,  total kerugian  negara mencapai 73 milyar rupiah.

Copyright © Free Joomla! 4 templates / Design by Galusso Themes