BULOG Jambi Percepat Penyaluran Beras Bantuan Pangan

Jambi - Perum BULOG Kantor Wilayah Jambi sudah mulai menyalurkan Bantuan Pangan (Banpang) beras alokasi Juli–September 2026 kepada masyarakat Penerima Bantuan Pangan (PBP). Penyaluran dipercepat melalui optimalisasi seluruh jaringan distribusi, termasuk empat kantor cabang yang ada, agar bantuan pangan pemerintah ini segera diterima masyarakat di seluruh wilayah di Provinsi Jambi.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jambi, Wiwin Indratno, Kamis (20/082026), mengatakan BULOG berkomitmen mempercepat penyaluran di seluruh kabupaten/kota. Hingga 20 Agustus 2026, realisasi penyaluran telah mencapai 1.418.130 kilogram atau 12,86 persen dari total alokasi 11.030.940 kilogram.

"Kami memastikan bantuan pangan akan diterima oleh PBP berdasarkan data yang sudah ditetapkan dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku," ujar Wiwin.

Kegiatan pendistribusian Banpang didukung oleh empat Kantor Cabang BULOG, yaitu Kuala Tungkal, Muara Bungo, Merangin, dan Sungai Penuh, untuk menjangkau penyaluran dari wilayah perkotaan hingga daerah terpencil.

Penyaluran perdana dimulai sejak tanggal 13 Agustus 2026 di Kecamatan Pall Merah, Kota Jambi. Distribusi dilakukan melalui titik bagi di kantor desa/kelurahan sebelum diserahkan kepada PBP. Pada alokasi Juli–September 2026, setiap PBP akan menerima sebanyak 30 kilogram beras. Ini merupakan alokasi bantuan untuk tiga bulan yang disalurkan sekaligus.

Pelaksanaan penyaluran Banpang melibatkan sinergi Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum BULOG, Pemerintah Daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa/kelurahan, serta instansi terkait lainnya guna memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran, tepat kualitas, tepat kuantitas dan tepat waktu.

BULOG Kanwil Jambi akan terus mempercepat pendistribusian hingga seluruh alokasi Banpang tersalurkan kepada semua masyarakat yang berhak menerima bantuan.

Bright Gas Padel Pertamina Patra Niaga Meriahkan HUT RI-81 Bersama Emak Emak

Kota Jambi - Memeriahkan hari Kemerdekaan HUT ke-81 Indonesia, PT. Pertamina Patra Niaga Jambi menggelar event olahraga yang saat ini tengah diminati semua kalangan umur, Padel.

Uniknya peserta Padel hanya diperuntukan bagi emak emak. Sebanyak 40 peserta emak emak mengikuti Padel Kemerdekaan Bright Gas, yang berlangsung di Padel Kalcer, Mayang, Sabtu (16/8/2026) siang.

Acara dibuka M Ryan Primananda selaku Sales Branch Manager (SBM) Rayon III Jambi Gas PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Jambi.

Para peserta tidak kenai biaya alias gratis, hanya emak emak diwajibkan menunjukkan bukti penukaran 2 tabung gas 3 kg dengan Bright Gas tabung 5,5 kg.

Ryan Primananda menjelaskan bahwa kejuaraan ini sebagai apresiasi kepada pelanggan loyal bright gas. Khususnya kaum ibu-ibu yang setia menggunakan gas non-subsidi.

"Sekarang itu hobinya ibu-ibu itu salah satunya itu Padel. Jadi kita menfasilitasi turnamen khusus ibu-ibu pengguna bright gas. Antusiasnya dari pendaftar sangat tinggi, tapi slotnya kita batasi," jelas Ryan Primananda.

Selain padel, tambah Ryan, pihaknya juga melaksanakan beragam kegiatan lain memeriahkan HUT Ke-81 RI. Seperti lomba masak dan acara bermotor di Kabupaten Kerinci. Terlebih, kegiatan ini adalah agenda rutin setiap tahunnya.

"Untuk para pemenang, Pertamina Jambi akan berikan apresiasi uang tunai dan voucher pembelian bright gas. Harapan kami, konsumen-konsumen loyal bright gas ini untuk tetap setia menggunakan bright gas dan produk-produk Pertamina lainnya."

"Dan juga dapat membantu mengedukasi dan meng-influence lingkungan sekitarnya. Contoh dari teman-temannya, anggota keluarganya dan tetangganya untuk loyal menggunakan produk Pertamina," harap Ryan Primananda.

Pada kesempatan ini, Ryan Primananda juga menghimbau kepada masyarakat yang mampu agar dapat menggunakan bright gas yang non-subsidi.

Itu dilakukan agar penyaluran gas 3 kg tepat sasaran. Bright gas tabung 5,5 kg memiliki kelebihan, diantaranya mudah didapat di mini market.

"Serta dapat dibeli melalui call center Pertamina 135 dan yang terpenting bright gas memiliki pengaman khusus berupa security seal cup atau katup pengaman ganda di valve-nya," pungkas Ryan Primananda. (**)

Dorong Lansia Berdaya di Sektor Hijau, Pertamina EP Jambi Gagas Lansiapreneur Batik Eco-Print

Jambi – Pertamina EP Jambi menginisiasi program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan berbasis lingkungan (green economy) bagi kelompok lanjut usia (lansia). Berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Jambi, Pertamina EP (PEP) Jambi menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Batik dengan metode Eco-Print bagi Kelompok Lansiapreneur Kamboja di Desa Kota Karang, Kabupaten Muaro Jambi.

Sebagai wilayah ring 1 operasional PEP Jambi, desa ini menghadapi tantangan demografis yang cukup signifikan terkait penurunan kemampuan fungsional, keterbatasan finansial, hingga minimnya akses ruang produktif bagi kelompok lansia. Kondisi ini rentan menimbulkan stereotip bahwa lansia merupakan kelompok dengan ketergantungan sosial yang tinggi.

Melalui program Community Involvement & Development (CID) bertajuk Senja Karsa (Semangat Lanjut Usia untuk Berkarya, Sehat, dan Sejahtera) yang diinisiasi sejak 2025, PEP Jambi berupaya mengubah tantangan tersebut menjadi peluang pemberdayaan produktif. Setelah sukses mengintervensi aspek kesehatan lewat dukungan sarana Sekolah Lansia Tangguh (Selantang), PEP Jambi kini melakukan inovasi di sektor ekonomi kreatif.

Kehadiran program ini mendapat apresiasi mendalam dari penerima manfaat langsung. Maisyarah (70 tahun), salah satu anggota Kelompok Lansiapreneur Kamboja, mengungkapkan rasa haru dan terima kasihnya atas kesempatan berharga yang diberikan PEP Jambi.

"Nyai sangat berterima kasih atas pelatihan ini. Nyai sama sekali tidak menyangka di usia setua ini masih bisa mengikuti pelatihan membuat batik bersama anak-anak muda. Terima kasih banyak kepada PEP Jambi. Harapan saya, semoga ilmu yang telah kami dapatkan di sini bisa terus dikembangkan dan bermanfaat ke depan," ujar Maisyarah dengan penuh rasa syukur.

Senada dengan hal tersebut, Plt Ketua TP PKK Desa Kota Karang, Siti Aisyah, mengungkapkan rasa bangganya atas kemitraan strategis yang terjalin erat dengan PEP Jambi hingga saat ini. Kehadiran perusahaan dirasakan langsung manfaatnya oleh pemerintah desa dan para kader pengelola program dalam melahirkan kemandirian lansia.

"Kami sangat bangga atas kerja sama yang luar biasa dengan PEP Jambi. Kami di pemerintah desa dan selaku pengelola merasa sangat terbantu dengan dukungan program yang diberikan sejak awal Sekolah Lansia hingga pelatihan eco-print tiga hari ini. Selaras dengan filosofi Sekolah Lansia untuk mewujudkan lansia yang bermartabat, tangguh, sehat, dan aktif, kami berharap hasil batik eco-print ini ke depan menjadi produk unggulan Desa Kota Karang yang khas diproduksi para lansia sebagai wujud keberhasilan pembinaan kami," papar Siti Aisyah.

Manager Community Involvement & Development Regional 1, Iwan Ridwan Faizal mengatakan, keputusan mengembangkan metode batik eco-print didasarkan pada hasil monitoring dan evaluasi mendalam yang menekankan pentingnya kemandirian program pasca-pendampingan. Selain proses produksinya yang aman karena menyesuaikan dengan kapabilitas fisik lansia, kerajinan kontemporer ini memanfaatkan pewarna dan cetakan alami dari tanaman lokal, menjadikannya produk bernilai jual tinggi dengan histori produk yang unik.

"Kami melihat potensi besar dari kelompok lansia jika diberikan ruang aktualisasi yang tepat. Pelatihan eco-print ini memadukan konsep terapi kesehatan kognitif dengan pemberdayaan ekonomi kreatif hijau. Kami berharap program ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup para lansia secara mandiri, tetapi juga melahirkan produk unggulan lokal berbasis keberlanjutan lingkungan yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas," jelas Iwan.

Pelatihan intensif yang berlangsung pada 13–16 Juli 2026 di Kantor Desa Kota Karang ini melibatkan empat anggota inti Kelompok Lansiapreneur Kamboja dengan didampingi tiga kader lansia desa. Jalannya pelatihan difasilitasi penuh kelompok dosen sekaligus praktisi usaha batik eco-print berpengalaman dari Universitas Muhammadiyah Jambi.

Rangkaian pelatihan disusun secara komprehensif mencakup teori dasar, histori perkembangan eco-print, hingga teknik pemrosesan kain (scouring dan mordanting) guna memastikan kualitas penyerapan pigmen daun alami secara optimal. Para peserta juga mempraktikkan langsung teknik pengikatan, pengukusan (steaming), hingga tahap finishing. Dari sisi keberlanjutan bisnis, para lansia turut dibekali kompetensi manajemen usaha praktis, seperti perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) sederhana, teknik pengemasan ramah lingkungan, serta proyeksi pengembangan produk turunan bernilai tambah.

Sejumlah riset ilmiah terkini turut memperkuat landasan program ini, di mana aktivitas terapi seni (art therapy) terbukti memberikan stimulasi positif yang signifikan dalam menjaga fungsi kognitif lansia, meminimalisasi perasaan depresi, serta memperkuat kemampuan proprioseptif fisik. Dengan demikian, kegiatan produksi ini berfungsi ganda sebagai sarana menjaga kesehatan mental sekaligus motor penggerak ekonomi kelompok lansia. Selain itu, program lainnya yang dijalankan setiap satu bulan sekali antara lain cek kesehatan rutin, meliputi cek tekanan darah, asam urat, kolesterol dan gula darah.

Melalui kolaborasi strategis antara korporasi, akademisi, dan pemerintah desa, inovasi pemberdayaan lansia ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi lahirnya ekosistem masyarakat inklusif di daerah operasi. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa transisi menuju ekonomi hijau dapat dimulai dari lini masyarakat terkecil, dengan melibatkan kelompok yang sebelumnya dianggap tidak lagi produktif menjadi motor penggerak ekonomi baru yang mandiri. 

 

Tentang Pertamina EP (PEP) Jambi

PT Pertamina EP (PEP) Jambi Field merupakan salah satu wilayah kerja di bawah Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di Provinsi Jambi. Kegiatan operasional PEP Jambi berada di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel). Area operasional PEP Jambi tersebar di tiga kabupaten/kota yang mencakup delapan kecamatan dan 26 desa. 

PEP Jambi dan Mitra Kerja Perkuat Sinergi Demi Keberlanjutan Operasi dan Target Produksi Migas

Jambi – PT Pertamina EP Jambi memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan perusahaan mitra melalui forum SIMFONI MIGAS 2026 (Sinergi Mitra dalam Forum Kolaborasi dan Harmoni) sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan operasi sekaligus mendukung pencapaian target produksi migas nasional.

Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna Pertamina EP (PEP) Jambi, Kenali Asam, Rabu (22/7), ini menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi antara perusahaan dan mitra kerja dalam mengelola berbagai risiko operasional, khususnya aspek sosial, lingkungan, keamanan, keselamatan kerja, serta hubungan dengan para pemangku kepentingan.

Forum tersebut diikuti lebih dari 90 peserta yang mewakili sekitar 40 perusahaan mitra dari berbagai bidang pekerjaan strategis, seperti kegiatan pengeboran (drilling), well intervention, proyek konstruksi, hingga mobilisasi dan demobilisasi yang berinteraksi langsung dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi yang merupakan Sub Holding Upstream Regional Sumatra Zona 1.

Melalui SIMFONI MIGAS 2026, PEP Jambi mengajak seluruh mitra kerja untuk meningkatkan kolaborasi dari sekadar hubungan kontraktual menjadi kemitraan strategis yang memiliki komitmen dan tanggung jawab bersama dalam memastikan operasi migas berjalan aman, andal, patuh, dan berkelanjutan.

Field Manager PEP Jambi, Kurniawan Triyo Widodo, mengatakan tantangan industri hulu migas saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis operasi dan produksi, tetapi juga kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam mengelola berbagai faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi kelancaran operasional.

"Hubungan Pertamina dengan mitra kerja bukan lagi sekadar hubungan penyedia barang dan jasa, melainkan kemitraan strategis. Seluruh mitra kerja memiliki peran yang sama pentingnya dalam menjaga keberlangsungan operasi sekaligus mendukung pencapaian target produksi perusahaan," ujarnya.

Sementara itu, Head of Relations Sub Holding Upstream Regionals Sumatra Zona 1, Budi Ariyanto, menjelaskan bahwa SIMFONI MIGAS merupakan forum komunikasi yang secara rutin diselenggarakan sebagai sarana monitoring, evaluasi, dan penyamaan persepsi, serta penguatan sinergi antara Perusahaan dan mitra kerja dalam mengelola berbagai isu nonteknis di lapangan.

Menurutnya, keberhasilan operasi migas tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pihak dalam mengelola isu sosial, hubungan dengan stakeholder, keamanan, serta penerapan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) secara konsisten.

"Kami ingin memastikan Pertamina dan seluruh mitra memiliki pemahaman yang sama bahwa keberhasilan operasi bukan hanya tanggung jawab operator, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat, berbagai potensi gangguan operasi dapat diminimalkan sehingga target produksi dapat dicapai secara aman dan berkelanjutan," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa secara umum implementasi komitmen para mitra terhadap pengelolaan aspek sosial, stakeholder, keamanan, dan HSSE telah menunjukkan capaian yang baik. Namun demikian, kondisi operasional yang dinamis menuntut adanya monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan agar setiap potensi risiko dapat diidentifikasi dan dimitigasi sejak dini.

Oleh karena itu, PEP Jambi terus memperkuat sistem monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan komitmen mitra kerja, mulai dari pemenuhan kewajiban dalam kontrak, implementasi HSSE Plan, hingga pengelolaan isu sosial, stakeholder, dan keamanan di wilayah operasi.

"Sebagian besar komitmen telah dijalankan dengan baik, bahkan tingkat implementasinya cukup tinggi. Namun kami ingin memastikan pelaksanaannya benar-benar efektif di lapangan. Karena itu, diperlukan monitoring dan evaluasi yang lebih sistematis dan berkelanjutan agar potensi gangguan operasi di lapangan dapat diantisipasi sejak dini," tambahnya.

Melalui SIMFONI MIGAS 2026, PEP Jambi berharap terbangun budaya kolaborasi yang semakin kuat antara perusahaan dan seluruh mitra kerja. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya operasi migas yang aman, andal, selamat, serta berkelanjutan, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target produksi nasional dan penguatan ketahanan energi Indonesia. 

 

Tentang Pertamina EP (PEP) Jambi

PT Pertamina EP (PEP) Jambi Field merupakan salah satu wilayah kerja di bawah Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di Provinsi Jambi. Kegiatan operasional PEP Jambi berada di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel). Area operasional PEP Jambi tersebar di tiga kabupaten/kota yang mencakup delapan kecamatan dan 26 desa. 

Kisah Chaidir Saleh, Beri ‘Sentuhan’ Manisnya Melon Premium untuk Petani Milenial

Jambi - Sinar matahari menyinari kebun Melon Golden Alisha milik Chaidir Saleh (62). Dua orang perempuan tampak sibuk menggeburkan tanah di polybag. Mereka tengah menyiapkan media tanam pascabanjir bandang November 2025.

“Mereka sedang fermentasi tanah dengan sekam bakar dan pupuk kandang. Cukup digemburkan bagian atas polybag saja,” terang Chaidir ditemui saat memberikan arahan terhadap sejumlah anak muda di kebunnya, Rabu (21/7/2026) sore.

Kebun Chaidir berada di dekat Stasiun Pengumpul Minyak (SP-7), Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Ratusan batang Melon Golden Alisha tumbuh di atas lahan tiga rante (sekitar 1200 meter persegi).

Ia memanfaatkan lahan tiga rante (sekitar 1200 meter persegi) secara optimal dengan sistem polybag ukuran 50×60 sentimeter, jarak tanam rapat dan jalur antar baris selebar 1,5 meter. Beberapa ruas batang melon pun dipangkas agar nutrisi yang diserap tanaman fokus pada pembesaran buah.

“Tujuan memangkas daun dan ruang batang agar dapat melihat buah dengan lebih baik, tahu jumlah dan bentuknya,” katanya.

Chaidir menanam varietas unggulan yakni Melon Golden Alisha F1. Varietas ini tahan penyakit dan bernilai jual tinggi. Dari hasil panen, ia mampu memenuhi kebutuhan hidup dan menyekolahkan anaknya hingga lulus perguruan tinggi.

Perjalanan Chaidir di awal merintis menanam melon tidak mudah. Penuh jatuh bangun. Bahkan, ia pernah empat kali gagal. Tapi, ia tak menyerah. Ia terus belajar kendati secara otodidak.

Tahun 2020, ia kembali menanam melon dengan pengetahuan baru. Namun, saat panen perdana buah melonnya hambar. Ia kemudian menjual ke agen di bawah harga pasar.

Kendati belum berhasil, Chaidir sudah merasa senang. Sebab, ia berhasil panen. Ia terus mencari tahu rahasia manis melon. Hasil observasinya masa panen harus cukup umur. Jika biasa melon panen usia 55 hari ia mencoba menundanya hingga 60-70 hari. Kunci lainnya perawatan dan pemupukan sejak fase vegetatif hingga panen.

Setelah berhasil menemukan formulasi rasa manis melon, produksi melon Chaidir menanjak. Permintaan melon terus meningkat terutama lewat media sosial. Tidak hanya itu, permintaan dari mall dan swalayan juga tidak mampu ia penuhi.

Akan tetapi, Desember 2024, Chaidir terserang stroke ringan dan harus menggunakan kursi roda. Aktivitas pertaniannya sempat terhenti. Pertamina EP Field Rantau berinisiatif meneruskan usahanya lewat Program Smart Agriculture Melonesia.

Kini, ia diminta menjadi mentor Kelompok Tani Melon Mutiara dan Sekolah Lapang Pertamina EP Field Rantau. Sebagai mentor, ia memberikan pembelajaran terkait formula rasa manis melon kepada belasan petani milenial. Dan, inovasi teknik pengelolaan media tanam polybag yang bisa digunakan hingga 22 kali masa tanam.

Dengan biaya media tanam sekitar Rp 8.000 per-polybag, penggunaan berulang membuat media tanam per-siklus budidaya hanya berkisar 400- 500 rupiah. Jadi, lebih efisien dibandingkan praktik budidaya melon konvensional yang umumnya media tanam hanya dapat dimanfaatkan dua hingga empat kali.

Manager Community Involvement & Development (CID) Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1, Iwan Ridwan Faizal menjelaskan, Sekolah Lapang merupakan bagian dari Program Smart Agriculture Melonesia yang dikembangkan Pertamina EP Field Rantau. Program ini sebagai upaya mendorong regenerasi petani sekaligus transformasi ilmu budidaya melon.

“Bapak Chaidir Saleh punya pengalaman panjang menjadi petani sehingga akan memberikan materi formula budidaya melon. Nantinya akan ada 12 kali pertemuan Sekolah Lapang yang dimentori Pak Chaidir,” ujarnya.

Menurutnya, generasi muda di desa diyakini akan menentukan masa depan sektor pertanian. Oleh karena itu, para pemuda perlu disiapkan kemampuan sumber daya-nya untuk menjawab tantangan pertanian sebagai usaha yang menjanjikan.

“Program ini bukan sekadar CSR tapi upaya nyata meningkatkan kualitas hidup warga melalui pemberdayaan ekonomi. Kami ingin melon golden menjadi ikon baru kebanggaan Aceh Tamiang,” ungkapnya. (*)

Tim Gabungan Pertamina, Polresta dan Perindag Jambi Temukan Pelanggaran Barcode Solar Subsidi

Jambi – Tim gabungan,  PT Pertamina Patra Niaga, Tim Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polresta Jambi dan Dinas Perindustrian Kota Jambi menggelar inspeksi mendadak (sidak) di dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Jambi. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.

Sidak dilakukan di SPBU Talang Gulo dan SPBU Paal Lima. Dalam pemeriksaan tersebut, petugas memverifikasi penggunaan barcode oleh kendaraan yang mengisi BBM bersubsidi, sekaligus memastikan kepatuhan pengelola SPBU terhadap ketentuan yang berlaku.

Kanit Tipidter Polresta Jambi, IPTU Dhea Cakra Tirta, mengatakan pihaknya masih menemukan sejumlah kendaraan yang mengantre menggunakan barcode yang tidak sesuai dengan data kendaraan.

"Masih ditemukan banyak kendaraan yang menggunakan barcode yang tidak sesuai. Barcode tersebut langsung kami serahkan kepada pihak Pertamina untuk dilakukan pemblokiran agar tidak dapat digunakan kembali," ujarnya.

Langkah pemblokiran barcode dilakukan sebagai upaya mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi serta memastikan distribusi energi bersubsidi diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak.

Sementara itu, Kepala UPTD Metrologi Legal pada Dinas Perindustrian Kota Jambi, Bambang, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan terhadap kedua SPBU menunjukkan seluruh alat ukur dan pelayanan pengisian BBM masih memenuhi ketentuan yang berlaku.

"Dari hasil pemeriksaan di SPBU Talang Gulo dan SPBU Paal Lima, semuanya masih sesuai dengan peraturan yang berlaku," katanya.

Di sisi lain, Sales Branch Manager Fuel I Jambi PT Pertamina Patra Niaga, Abdillah Rorke, mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM sesuai peruntukannya dan tidak memanfaatkan barcode yang bukan haknya.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pilihan BBM non-subsidi. Selain Biosolar, Pertamina menyediakan produk Dexlite dan Pertamina Dex sebagai alternatif bagi masyarakat yang mampu.

"Kami berharap masyarakat semakin sadar untuk menggunakan BBM sesuai peruntukannya. Pertamina juga telah menyediakan pilihan BBM non-subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex," ujar Abdillah.

Pertamina bersama aparat penegak hukum menegaskan pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi akan terus dilakukan secara berkala guna mencegah penyalahgunaan dan menjaga penyaluran energi bersubsidi tetap tepat sasaran di seluruh wilayah.

Copyright © Free Joomla! 4 templates / Design by Galusso Themes