PHR Zona 1 Raih Dua Penghargaan Tertinggi di Ajang CSR & ESG Internasional

Bangkok, Thailand, 24 April 2026 – Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 kembali menorehkan prestasi di tingkat global melalui komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat berkelanjutan. Dalam ajang 18th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand, PHR Zona 1 berhasil meraih dua penghargaan bergengsi. Penghargaan ini mempertegas peran perusahaan sebagai pelaku industri energi yang mengintegrasikan kinerja bisnis dengan prinsip keberlanjutan.

Penghargaan Platinum untuk kategori Best Women Empowerment diraih PT Pertamina EP Field Jambi melalui program Srikandi Perubahan, sementara penghargaan Silver untuk kategori Best Community Program diraih PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang melalui program Beeyond Honey.

Capaian ini menjadi bukti bahwa pendekatan Community Involvement & Development (CID) yang dijalankan PHR Zona 1 tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga diakui secara global. Sebagai praktik terbaik dalam implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Program Srikandi Perubahan hadir sebagai solusi atas tantangan reintegrasi sosial bagi Warga Binaan Perempuan (WBP) di Lapas Perempuan Kelas II Jambi. Sejak 2021, program ini mengembangkan pendekatan berbasis keterampilan, khususnya pelatihan membatik, yang kemudian tumbuh menjadi ekosistem usaha produktif.

Hingga saat ini, program itu telah mendorong terbentuknya sedikitnya 10 unit usaha di berbagai sektor. Mulai dari kriya, kuliner, hingga pertanian. Selain itu, program juga memperkuat soft skills seperti manajemen emosi dan pengelolaan keuangan.

Lebih dari sekadar pelatihan, Srikandi Perubahan menjadi ruang transformasi bagi para WBP untuk membangun kembali kepercayaan diri, identitas, serta harapan akan masa depan yang lebih baik.

Di sisi lain, program Beeyond Honey menghadirkan model pemberdayaan berbasis konservasi yang menjawab tantangan ekologis dan sosial secara simultan. Program ini dikembangkan sebagai respons terhadap menurunnya populasi lebah serta degradasi ekosistem yang berdampak pada ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.

Melalui pendekatan terintegrasi, meliputi budidaya lebah sebagai bioindikator lingkungan, revegetasi, edukasi masyarakat, hingga pembentukan koperasi madu. Program ini kini mampu menghasilkan 150 hingga 250 kilogram madu per bulan.

Inisiatif ini tidak hanya berkontribusi pada pemulihan ekosistem, tetapi juga menciptakan sumber penghidupan berkelanjutan bagi masyarakat desa.

Ajang tahun ini mengangkat tema “AI, Energy & Transition: Resetting ESG in a New Economy”, yang menyoroti pentingnya peran teknologi dalam transformasi praktik ESG global. Diskusi panel menekankan bahwa pendekatan pembangunan harus tetap berorientasi pada manusia (human-centric development), di mana teknologi seperti AI berfungsi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam closing remarks, Matthias Gelber, International Ambassador Dorod Sdn Bhd, menegaskan bahwa setiap individu dan organisasi memiliki peran sebagai force of good (kekuatan untuk kebaikan) dalam menjaga keberlanjutan bumi. Hal ini hanya dapat terwujud melalui kolaborasi dan kemitraan lintas sektor.

Para praktisi juga menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya ditentukan oleh inovasi, tetapi oleh pemahaman menyeluruh terhadap kompleksitas sosial—mencakup aspek ekonomi, budaya, dan lingkungan.

Manager CID Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan bahwa penghargaan ini bukan sekadar pengakuan. Tetapi validasi bahwa pendekatan pemberdayaan yang berakar pada kebutuhan nyata masyarakat mampu menciptakan dampak berkelanjutan.

“Kami percaya, keberhasilan ESG tidak hanya diukur dari program yang dijalankan, tetapi dari perubahan hidup yang dihasilkan. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan inovasi sosial yang relevan dengan tantangan zaman,” jelas Iwan.

Keberhasilan ini menegaskan bahwa strategi pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PHR Zona 1 tidak hanya adaptif terhadap dinamika global, tetapi juga konsisten menempatkan manusia sebagai pusat dari setiap inisiatif pembangunan.

Sebagai bagian dari PT Pertamina (Persero), PHR terus mengelola wilayah kerja hulu migas di Sumatera secara bertanggung jawab, dengan komitmen menghadirkan operasi yang selamat, andal, dan berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan. 

 

Tingkatkan Kewaspadaan, PEP Jambi Bersama Damkar Kabupaten Batang Hari Bekali Warga Hadapi Risiko Kebakaran

Jambi - Di tengah denyut operasi hulu migas yang kian berdetak, Pertamina EP (PEP) Jambi sebagai bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 mengedepankan komitmen keselamatan sebagai prioritas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pengamanan Jalur Pipa dan Fasilitas Produksi yang telah berlangsung di Kantor Camat Bajubang, Kabupaten Batang Hari, Selasa (21/04/2026).

Lebih dari 40 warga dari Desa Panerokan, Desa Ladang Peris, Desa Pompa Air, hingga Kelurahan Bajubang dilibatkan dalam kegiatan ini sebagai kelompok yang berada di garis depan dalam menghadapi potensi kebakaran skala rumah tangga. Kegiatan ini tak hanya berbagi informasi, melainkan juga memperkuat peran masyarakat sebagai lapisan pertama dalam sistem perlindungan keselamatan.

Field Manager PEP Jambi Kurniawan Triyo Widodo, menegaskan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang harus dibangun dari tingkat paling dekat dengan risiko. “Kami ingin masyarakat tidak hanya tahu, tapi juga memiliki kesiapan. Dalam artian siap mencegah dan siap merespons, karena ketangkasan dan ketepatan langkah dalam situasi darurat sangat menentukan dampak yang dirasakan,” ujarnya dalam kesempatan terpisah.

Tim Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) PEP Jambi membawa peserta lebih dekat pada realitas lapangan. Mulai dari menjelaskan sistem tanggap darurat, prosedur penanganan kebocoran pipa, hingga klasifikasi kebakaran dijelaskan secara komprehensif. Pembekalan ini menjadi hal yang krusial, sebagai bagian dari upaya membangun kewaspadaan di tengah dinamika aktivitas masyarakat di sekitar wilayah kerja.

Selanjutnya, personel Damkar Kabupaten Batang Hari Ridwansyah menguatkan materi mengenai langkah pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Ridwansyah mengulas berbagai potensi pemicu kebakaran mulai dari kebocoran tabung gas, pembakaran sampah, penumpukan bahan rentan terbakar, hingga praktik penggunaan peralatan listrik yang tidak sesuai standar. 

Ia juga menekankan pentingnya mengetahui tanda-tanda awal terjadinya kebakaran untuk mengambil langkah cepat yang dapat dilakukan sebelum situasi berkembang menjadi lebih besar. “Banyak kejadian yang bermula dari aktivitas sehari-hari yang sering diabaikan, maka dari itu kita perlu lebih peka terhadap keadaan. Ketika muncul tanda bahaya, sebaiknya lakukan penanganan awal dan segera meminta bantuan agar api tidak berkobar lebih besar,” ungkap Ridwansyah. 

Camat Bajubang Dahlan Suntana, menilai langkah ini sebagai bentuk nyata kehadiran perusahaan di tengah masyarakat. Ia berharap pembekalan yang diberikan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi menjadi kesadaran kolektif yang hidup di lingkungan warga.

“Kami sangat mengapresiasi langkah PEP Jambi yang telah menghadirkan edukasi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, masyarakat semakin siap dan sigap dalam mencegah maupun menghadapi potensi kebakaran,” ujar Dahlan.

Dalam simulasi yang dipandu tim Damkar, peserta juga mendapatkan pengalaman dan pembelajaran baru melalui praktik simulasi cara memadamkan api menggunakan APAR dan menggunakan kain basah. Melalui kegiatan ini tidak hanya sekadar belajar, namun juga menyadari bahwa keterampilan ini bisa menjadi penentu keselamatan. 

 

Jaga Harapan Hidup Kelompok Rentan, PHR Zona 1 Perkuat Program Kesehatan di Wilayah Operasi

Jambi - Ditengah denyut industri migas yang terus bergerak menjaga pasokan energi nasional, persoalan kesehatan di sekitar wilayah operasi tetap menjadi bagian yang lekat dengan keseharian masyarakat. Ada balita yang pertumbuhannya perlu dipantau agar tidak tertinggal sejak dini, ibu hamil yang membutuhkan pendampingan gizi untuk menjaga dua kehidupan sekaligus, remaja yang mulai belajar memahami kesehatan reproduksi, lansia yang berharap tetap sehat dan produktif di usia senja, hingga penyandang disabilitas yang memerlukan akses layanan kesehatan yang lebih ramah.

Dari kebutuhan-kebutuhan yang kerap hadir itulah Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 menghadirkan berbagai intervensi kesehatan melalui program tanggung jawab sosial di enam wilayah kerja. Program intervensi pada bidang kesehatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait, seperti Puskesmas dan Dinas Kesehatan di wilayah masing-masing. 

Bertepatan dengan momentum World Health Day yang diperingati setiap 7 April, upaya tersebut menegaskan bahwa menjaga kesehatan berarti turut menjaga harapan hidup masyarakat secara berkelanjutan. Berbagai inisiatif tersebut dijalankan di sekitar wilayah operasi Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang, Pertamina EP (PEP) Jambi, Pertamina EP (PEP) Lirik, Pertamina EP (PEP) Pangkalan Susu, Pertamina EP (PEP) Rantau, serta Pertamina Hulu Energi (PHE) North Sumatra Offshore, dengan fokus pada kelompok rentan yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.

Manager Community Involvement & Development (CID) Regional 1 Iwan Ridwan Faizal, menyatakan Rabu (8/4/2026) bahwa program kesehatan yang dijalankan dirancang agar dampaknya tidak berhenti pada pertolongan sesaat, melainkan membangun kemandirian masyarakat dalam menjaga kualitas hidup. “Kami meyakini bahwa keberlanjutan program kesehatan lahir ketika sebuah program mampu memberikan dan menambah pengetahuan, kepedulian, serta daya untuk terus menjaga kesehatan secara mandiri,” ujar Iwan.

Sepanjang 2025, upaya pencegahan stunting menjadi salah satu fokus utama dengan berhasil mengentaskan 130 balita stunting, menjangkau 260 ibu hamil, 100 ibu menyusui, 250 orang tua, 100 keluarga, 100 remaja, serta 770 remaja putri di sejumlah wilayah operasi. Intervensi dilakukan melalui pemberian makanan tambahan, penguatan fasilitas posyandu, pelatihan kader kesehatan, edukasi gizi keluarga, hingga pengembangan kebun pangan masyarakat sebagai sumber pasokan pangan bergizi berkelanjutan.

Kini, perlahan tumbuh perubahan di tingkat keluarga ketika pengetahuan tentang gizi tidak lagi berhenti sebagai informasi, melainkan mulai hadir dalam pilihan makan sehari-hari, kebiasaan datang ke posyandu, hingga perhatian lebih besar terhadap tumbuh kembang anak.

“Sekarang saya jadi lebih paham bagaimana menjaga kesehatan selama hamil, mulai dari pola makan sampai pentingnya rutin memeriksakan kandungan. Rasanya lebih tenang karena tahu apa yang harus dilakukan untuk kesehatan saya dan bayi,” ujar Amelia, seorang ibu hamil di sekitar wilayah PEP Jambi dengan usia kandungan delapan minggu. 

Kepedulian serupa juga menjangkau kelompok disabilitas di sekitar wilayah kerja PEP Rantau melalui program pendidikan inklusif dan layanan kesehatan. Sebanyak 100 peserta inklusif mengikuti kelas kesehatan untuk meningkatkan literasi hidup sehat, sementara 30 penyandang difabel memperoleh dukungan alat bantu serta layanan kesehatan yang membantu meningkatkan kualitas hidup mereka. Program ini membuka ruang agar kelompok disabilitas tidak hanya memperoleh layanan yang lebih layak, tetapi juga merasa hadir sebagai bagian penting dari pembangunan sosial di lingkungannya. 

Sementara itu, perhatian terhadap lansia juga diwujudkan melalui program kesehatan masyarakat di yang menjangkau sekitar 180 lansia. Di sekitar wilayah kerja PEP Jambi, sebanyak 80 lansia memperoleh peningkatan pengetahuan kesehatan hingga kesehatan mental, sementara 50 lansia mengalami peningkatan produktivitas melalui kegiatan pemberdayaan. Sedangkan di sekitar wilayah kerja PHE Jambi Merang, telah diberikan penyaluran bantuan stimulan kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup 50 orang lansia.  

“Sekarang kami merasa lebih diperhatikan. Bukan hanya diperiksa kesehatannya, tapi juga diajak tetap aktif dan punya kegiatan. Rasanya lebih semangat menjalani hari,” ungkap Duta Lansia Desa Kota Karang Tahun 2025 Maisarah. 

Energi yang dihasilkan dari wilayah operasi semestinya tidak hanya bermakna bagi ketahanan nasional, tetapi juga meninggalkan jejak manfaat yang nyata dalam kehidupan masyarakat sekitar. Langkah ini turut memperkuat kontribusi perusahaan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada tujuan poin ke-2 dan 3 (Tanpa kelaparan, Kehidupan Sehat dan Sejahtera). 

 

PHR Regional 1 Raih 15 Penghargaan PROPER, Zona 1 Ambil Peran Lewat Program Berkelanjutan

Jakarta - Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 kembali menunjukkan kinerja apik dalam pengelolaan lingkungan dengan meraih 10 penghargaan PROPER Hijau dan 5 PROPER Biru dalam ajang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia di Jakarta pada Selasa (7/4) lalu.

Capaian ini menegaskan bahwa PHR Regional 1 tidak hanya memenuhi standar kepatuhan (compliance) yang ditetapkan pemerintah, tetapi juga mampu melampaui ketentuan melalui berbagai inovasi dan praktik keberlanjutan di lapangan.

Peringkat PROPER Biru yang diraih menunjukkan bahwa perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan regulasi lingkungan, sementara raihan PROPER Hijau mencerminkan upaya lebih dari sekadar kepatuhan, melalui efisiensi sumber daya, inovasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Vice President HSSE PHR Regional 1, Tujuan Sanggam Silaen, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil komitmen kolektif seluruh insan perusahaan dalam memastikan aspek lingkungan menjadi bagian integral dari operasional.

“PHR harus comply terhadap komitmen lingkungan, sekaligus menunjukkan kepemimpinan pada aspek-aspek lingkungan di setiap kegiatan operasional. Ini bukan hanya kewajiban, tetapi bagian dari tanggung jawab kami dalam menjaga keberlanjutan,” ujar Tujuan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PHR Regional 1 terus mengupayakan keselarasan antara kegiatan operasional hulu migas dengan regulasi yang berlaku, khususnya dalam mendukung ketahanan energi nasional.

“Kami terus mengupayakan pemenuhan peraturan-peraturan terkait kegiatan operasi, termasuk dalam mendukung ketahanan energi melalui berbagai inisiatif efisiensi energi dan edukasi kepada pekerja serta masyarakat,” tambahnya.

Sebagai bagian dari implementasi nyata di lapangan, sejumlah program unggulan menjadi kontributor penting dalam capaian PROPER tahun ini. Di wilayah kerja PHR Regional 1 Zona 1, PEP Rantau mengembangkan program Eco Inovasi SALI X PEP (Saringan Ulir Pertamina EP), yang berfokus pada peningkatan efisiensi operasional melalui perbaikan downhole equipment pada sumur SRP. Program ini mengusung pendekatan ekonomi sirkular dan berhasil menurunkan konsumsi solar secara signifikan hingga 94.500 liter, sekaligus mengurangi emisi ke lingkungan berupa CO2 sebesar 245 ton, CH4 sebesar 0,01292 ton, dan N2O sebesar 0,01292 ton.

Hasil kajian Life Cycle Assessment (LCA) menunjukkan bahwa inovasi ini memberikan dampak positif yang luas, antara lain penurunan pada kategori global warming potential, potensi penipisan ozon, potensi hujan asam, eutrofikasi, photochemical oxidation, toxicity, hingga cumulative energy demand.

Sementara itu, PHE Jambi Merang menghadirkan Program Beeyond Honey sejak 2021 sebagai inovasi pelestarian keanekaragaman hayati berbasis pemberdayaan. Program ini mencakup budidaya dan konservasi lebah (Bee at Forest), edukasi dan diversifikasi produk (Bee at School), serta penguatan kesadaran masyarakat (Bee at Community), yang diperkuat dengan pemanfaatan limbah sarang lebah menjadi produk bernilai ekonomi seperti lilin batik dan aromaterapi oleh kelompok rentan binaan. Hingga saat ini, terdapat 700 kotak atau koloni lebah yang dibudidayakan. Beeyond Honey menjadi model pemberdayaan yang tidak hanya menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi inklusif bagi masyarakat sekitar.

Dari bentang pesisir, PEP Pangkalan Susu mengembangkan Program Paluh Asri sebagai upaya terpadu yang mengintegrasikan rehabilitasi mangrove dengan pemberdayaan ekonomi pesisir. Melalui penguatan Kelompok Tani Hutan, program ini mendorong pengolahan sampah organik menjadi kompos serta inovasi produk olahan ikan bernilai tambah yang mendukung peningkatan gizi ibu hamil dan balita stunting, sekaligus mengembangkan ekowisata, edukasi lingkungan, dan kuliner berbasis sumber daya lokal.

PHR Regional 1 berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola lingkungan yang berkelanjutan, memastikan kepatuhan tidak hanya menjadi target minimum, tetapi berkembang menjadi budaya kerja yang melekat di seluruh lini operasional.

Ke depan, perusahaan akan terus melakukan peningkatan melalui inovasi, penguatan sistem manajemen lingkungan, serta kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, guna memastikan kontribusi optimal terhadap ketahanan energi nasional yang berwawasan lingkungan.

Berikut daftar lengkap penerima PROPER di Lingkungan PHR Regional 1

PROPER Hijau

1. PT Pertamina EP Field Rantau

2. PHE Jambi Merang

3. PT Pertamina EP Field Ramba

4. PHE Ogan Komering

5. PT Pertamina EP Field Pendopo

6. PHE Raja Tempirai

7. PT Pertamina EP Field Adera

8. PT Pertamina EP Field Prabumulih

9. PT Pertamina EP Field Limau

10. PT Pertamina EP Field Pangkalan Susu

 

PROPER Biru

1. PHE NSO

2. PT Pertamina EP Field Jambi

3. PT Pertamina Hulu Rokan – Bekasap Rokan

4. PT Pertamina Hulu Rokan – Duri Steam Flood

5. PT Pertamina Hulu Rokan – Minas Siak.

 

Lewat Program SENJA KARSA, PEP Jambi Dukung Lansia Desa Kota Karang Jaga Asa Tetap Berdaya

Jambi - Usia senja kerap datang bersama perubahan yang tak mudah. Tubuh yang tak lagi sekuat saat usia produktif, keleluasaan ruang gerak yang mulai menyempit, serta peran sosial yang kerap memudar membuat sebagian lansia merasa tersisih dari kehidupan sosial. Padahal di balik rambut yang memutih dan langkah yang mulai lamban, masih tersimpan pengalaman panjang dan asa untuk tetap merasa berarti.

Indonesia kini memasuki era penduduk menua. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan persentase lansia meningkat hampir 4% dalam 2015–2024 menjadi 12%. Pada 2045, jumlah lansia diproyeksikan mencapai 65,82 juta jiwa atau 20,31%, sehingga upaya menjaga kesehatan dan kemandirian lansia menjadi semakin penting.

Sejalan dengan itu, studi social mapping Pertamina EP (PEP) Jambi pada 2024 mengidentifikasi Desa Kota Karang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi sebagai wilayah potensial pengembangan lansia, dengan adanya Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG) yang dibentuk Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Jambi sejak 2023. Sekolah Lansia Tangguh - Bina Keluarga Lansia (BKL) Kamboja di Desa Kota Karang menjadi ruang belajar dan berbagi bagi para lansia untuk menjaga kesehatan dan tetap aktif bersama dukungan keluarga.

Melihat manfaat yang langsung menyentuh para peserta, Pertamina EP (PEP) Jambi melalui program Semangat Lanjut Usia untuk Berkarya, Sehat, dan Sejahtera (SENJA KARSA) mulai mendukung penguatan program sejak 2025.

Salah satu penerima manfaat sekaligus sebagai Duta Lansia Desa Kota Karang Tahun 2025 Maisarah, menyampaikan antusiasme atas dukungan yang diberikan kepada kelompok lansia. "Adanya Sekolah Lansia ini membuat kami semangat lagi. Bisa kumpul, sama-sama jaga kesehatan, juga latihan-latihan keterampilan. Rasanya kami masih bermanfaat di usia segini,” ujarnya. Ia berterima kasih pada Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jambi dan Pertamina EP Jambi atas dukungannya.

Melihat perkembangan program, Ketua Pokja Lansia & Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jambi Novita Sari turut mengapresiasi dukungan PEP Jambi. “Terima kasih atas dukungan Pertamina EP Jambi dalam penguatan Sekolah Lansia di Desa Kota Karang. Hal ini menjadi penguat dalam menjaga semangat belajar para lansia tetap menyala dan dirasakan secara langsung,” ujarnya.

Peran Pertamina EP Jambi dalam program ini di antaranya memberikan perlengkapan belajar dan alat kesehatan bagi 55 lansia, pelatihan lansiapreneur melalui pembuatan batik eco-print, serta edukasi peran keluarga dalam pendampingan lansia. Pendekatan ini menempatkan lansia sebagai individu yang tetap memiliki daya cipta, pengalaman, dan nilai bagi lingkungan sekitarnya.

Perjalanan belajar para peserta terus berlanjut, salah satunya ditandai dengan wisuda Sekolah Lansia BKL Kamboja yang diselenggarakan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jambi bersama PEP Jambi pada 31 Desember 2025 lalu di Kantor Desa Kota Karang. Momen ini menjadi penegas bahwa belajar di usia senja adalah hal yang patut dirayakan.

Manager Community Involvement & Development (CID) Regional 1 Iwan Ridwan Faizal menegaskan, program SENJA KARSA berangkat dari keyakinan bahwa keberlanjutan masyarakat juga bertumpu pada kualitas hidup generasi lanjut usia. “Bagi kami, lansia bukan kelompok yang diabaikan. Dukungan ini kami hadirkan agar para lansia tetap sehat, aktif, dan terus merasa punya ruang untuk bertumbuh di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, PEP Jambi berkomitmen memperkuat manfaat program SENJA KARSA melalui peningkatan kapasitas pembelajaran, pengembangan kelompok lansiapreneur, pemantauan kesehatan bersama tenaga medis, serta kegiatan yang mendukung kesejahteraan mental dan sosial lansia.

Fokuskan Ketahanan Pangan, GPIPS Jadi Strategi Baru Jaga Inflasi

Sumatera Selatan - Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) menjadi strategi baru dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Langkah ini ditempuh sebagai respons atas semakin kompleksnya tantangan pengendalian inflasi pangan, antara lain risiko perubahan iklim, cuaca ekstrem, serta karakteristik komoditas pangan yang bersifat musiman. Pendekatan inovatif, terintegrasi dan berkelanjutan diperkuat, tidak semata berorientasi pada stabilisasi harga jangka pendek, tetapi juga pada penguatan pasokan pangan secara struktural. Bank Indonesia terus berkomitmen mendukung penguatan ketahanan pangan dan stabilitas harga melalui pengembangan klaster pangan, peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan petani, serta sinergi dengan pemerintah daerah. Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Ricky P. Gozali dalam GPIPS Wilayah Sumatera 2026 yang diselenggarakan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (11/2).

Pada tahun 2025, inflasi nasional tercatat sebesar 2,92% (year-on-year), berada dalam kisaran sasaran inflasi 2,5±1%. Capaian tersebut mencerminkan efektivitas bauran kebijakan serta kuatnya sinergi pengendalian inflasi, khususnya inflasi pangan. Memasuki awal tahun 2026, inflasi nasional pada Januari 2026 meningkat menjadi 3,55% (yoy), terutama dari kelompok pangan bergejolak. Perkembangan ini menegaskan bahwa upaya pengendalian inflasi pangan tetap perlu diperkuat secara konsisten dan berkelanjutan, agar inflasi pangan bergejolak terjaga pada kisaran 3,0-5,0%, sebagaimana amanat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat sebelumnya (29/1).

Deputi Gubernur Ricky menyampaikan 3 strategi utama untuk mewujudkan ketahanan dan stabilitas harga pangan nasional. Pertama, peningkatan produksi pangan, khususnya hortikultura melalui antisipasi risiko cuaca dan iklim antara lain dengan pemanfaatan bibit unggul tahan cuaca, teknologi adaptif, serta pengaturan pola tanam antar-komoditas yang lebih terkoordinasi antarwaktu dan antarwilayah. Kedua, kelancaran distribusi dan konektivitas antarwilayah untuk memperkuat stabilitas harga melalui peningkatan efisiensi logistik dan optimalisasi Kerja Sama Antardaerah (KAD) sebagai instrumen penguatan rantai pasok bersinergi dengan BUMN logistik. Ketiga, penguatan sinergi antar Pemerintah Pusat dan Daerah untuk efektivitas kebijakan antara lain melalui pemanfaatan data neraca pangan untuk KAD dan penguatan peran BUMD/Perusahaan Pangan Daerah sebagai offtaker. “Kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah, kementerian/lembaga, pelaku usaha, serta wakil rakyat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, memberdayakan petani, dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan” demikian disampaikan Deputi Ricky.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menegaskan pentingnya inovasi dan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung program ketahanan pangan. Melalui inovasi digital SiBenih dan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berhasil membangun ekosistem pangan yang kuat dan berdaya tahan. Provinsi Sumatera Selatan sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional dan produsen beras terbesar ketiga nasional mendapatkan apresiasi nasional melalui penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia dalam mendukung pencapaian swasembaga pangan nasional 2025”, pungkas Gubernur Herman Deru.

GPIPS merupakan penguatan dari program[WR1]  pengendalian inflasi sebelumnya yang dikenal sebagai Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi (GNPIP). GPIPS merupakan respons atas semakin kompleksnya tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan, dengan 3 pembaruan program, yaitu (1) program penguatan sisi hulu untuk menjamin ketersediaan pasokan pangan terutama menghadapi cuaca ekstrem,  (2) program pengendalian inflasi yang lebih komprehensif untuk memperkuat stabilisasi harga pangan dalam jangka pendek, serta (3) program penguatan sinergi pusat dan daerah untuk mendukung program prioritas pemerintah.

GPIPS dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP–TPID) wilayah Sumatera. Rapat koordinasi tersebut merumuskan 3 kesepakatan strategis. Pertama, fokus jangka pendek pada penguatan upaya pengendalian inflasi menjelang HBKN melalui stabilisasi harga di pasar, penguatan distribusi dan konektivitas pasokan regional, serta penguatan manajemen risiko inflasi regional. Kedua, antisipasi risiko cuaca ekstrem untuk memperkuat ketahanan pangan melalui penguatan produksi berbasis adaptasi iklim serta perlindungan usaha tani dan pascapanen. Ketiga, penguatan sinergi satuan tugas terkait untuk percepatan pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana. 

GPIPS Sumatera 2026 menjadi pembuka rangkaian GPIPS Nasional yang selanjutnya akan diselenggarakan di wilayah Jawa, Balinusra, Sulampua, dan Kalimantan. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan temuwicara bersama petani dan UMKM, penyerahan bantuan sarana dan prasarana pertanian secara simbolis, business matching antara perbankan dan pelaku usaha, serta pemberangkatan truk komoditas KAD. 

Ke depan, Bank Indonesia bersama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendukung ketahanan pangan dan pengendalian inflasi, melalui mitigasi risiko cuaca ekstrem dan peningkatan efisiensi logistik pangan guna menjaga stabilitas harga, mengurangi disparitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Copyright © Free Joomla! 4 templates / Design by Galusso Themes