1.848 Personel Gabungan Disiapkan Amankan Presisi Merdeka Run 2026

Jambi– Polda Jambi menyiapkan sebanyak 1.848 personel gabungan untuk mengamankan pelaksanaan Presisi Merdeka Run (PMR) 2026 yang akan digelar pada Minggu, 9 Agustus 2026, di Lapangan Garuda, Kantor Gubernur Jambi.

Kesiapan pengamanan ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Pengamanan Presisi Merdeka Run 2026 yang dilaksanakan di Lapangan Hijau Mapolresta Jambi, Sabtu (8/8/2026).

Apel dipimpin langsung oleh Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, dengan Komandan Upacara Kabagops Polresta Jambi Kompol Yumika Putra. Turut hadir Wakapolda Jambi Brigjen Pol. Benny Ali, para Pejabat Utama Polda Jambi, Kapolresta Jambi, para PJU Polresta Jambi serta para Kapolsek.

Adapun kekuatan pengamanan terdiri dari 740 personel Polda Jambi, 714 personel Polresta Jambi dan 394 personel stakeholder terkait, dengan total sebanyak 1.848 personel gabungan.

Dalam amanatnya, Kapolda Jambi mengatakan PMR 2026 merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Polda Jambi dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kota Jambi serta seluruh stakeholder terkait.

“Presisi Merdeka Run 2026 diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan Presisi Merdeka Run dan pada tahun sebelumnya kegiatan berjalan dengan lancar,” ujar Kapolda.

Kapolda menyebutkan, hingga Sabtu (8/8/2026), jumlah peserta yang telah terdaftar mencapai 8.750 orang. Dari total peserta tersebut, sebanyak 7.300 peserta mengikuti kategori 5 kilometer, 805 peserta kategori 10 kilometer dan 645 peserta kategori 21 kilometer.

“Antusiasme masyarakat begitu besar. Ini menunjukkan bahwa Provinsi Jambi merupakan daerah yang aman, ramah dan memiliki potensi besar untuk menjadi tuan rumah berbagai event berskala nasional,” ungkapnya.

Menurut Kapolda, pelaksanaan PMR tidak hanya menjadi ajang olahraga dan perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi pariwisata, UMKM serta berbagai keunggulan yang dimiliki Provinsi Jambi.

Kapolda juga mengingatkan seluruh personel agar mampu menyeimbangkan dua kepentingan utama, yakni menjamin keamanan, keselamatan dan kenyamanan masyarakat serta peserta, sekaligus memastikan aktivitas dan mobilitas masyarakat tetap dapat berjalan.

“Berikan pelayanan yang humanis, ramah dan responsif kepada masyarakat, terutama kepada warga yang membutuhkan informasi maupun yang terdampak pengalihan dan penutupan arus lalu lintas di sekitar rute kegiatan,” pesannya.

Kapolda juga meminta agar layanan Call Center 110 tetap siaga dan dapat merespons laporan masyarakat secara cepat.

“Laksanakan deteksi terhadap potensi gangguan kamtibmas, jaga keamanan masyarakat dan pastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan lancar,” kata Kapolda.

Seluruh personel juga diminta memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, termasuk titik penempatan, rute pengamanan, mekanisme koordinasi dan pelaporan serta langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi gangguan atau kendala di lapangan.

“Laksanakan pengamanan secara maksimal sampai selesai. Pastikan aman, tertib, lancar dan humanis. Bertindak cepat dan tepat, serta jadikan keselamatan sebagai prioritas dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar Kapolda.

Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, pengerahan 1.848 personel gabungan merupakan bentuk keseriusan Polda Jambi bersama seluruh stakeholder dalam memastikan PMR 2026 berlangsung aman dan sukses.

Menurutnya, pengamanan tidak hanya berfokus pada peserta dan jalur perlombaan, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat yang aktivitasnya terdampak selama pelaksanaan kegiatan.

“Polda Jambi ingin kehadiran personel di lapangan benar-benar dirasakan sebagai bentuk pelayanan. Masyarakat harus tetap mendapatkan rasa aman, informasi yang jelas dan pelayanan yang humanis,” ujarnya.

Kabid Humas juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi terkait pengaturan dan rekayasa lalu lintas serta mematuhi arahan petugas di lapangan.

“Kami atas nama Polda Jambi memohon maaf apabila dalam pelaksanaan Presisi Merdeka Run 2026 terdapat aktivitas masyarakat yang sedikit terganggu akibat pengalihan maupun penutupan arus lalu lintas. Semua dilakukan demi keselamatan dan kelancaran bersama,” jelasnya.

Polda Jambi Imbau Masyarakat Gunakan Jalur Alternatif Selama Pelaksanaan Presisi Merdeka Run 2026

Jambi – Dalam rangka mendukung kelancaran, keamanan, dan keselamatan pelaksanaan Presisi Merdeka Run 2026, Polda Jambi bersama instansi terkait menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa penutupan sementara dan pengalihan arus kendaraan di sejumlah ruas jalan di Kota Jambi.

Kegiatan Presisi Merdeka Run 2026 yang mengusung semangat “Satu Langkah, Sejuta Perubahan” tersebut akan dilaksanakan pada Minggu, 9 Agustus 2026, dengan pusat kegiatan di kawasan Lapangan Garuda, Kompleks Kantor Gubernur Jambi, dan diikuti ribuan peserta.

Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib, jajaran Polda Jambi bersama Polresta Jambi akan melakukan pengaturan serta rekayasa arus lalu lintas pada sejumlah ruas jalan yang menjadi jalur kegiatan.

Adapun ruas jalan yang diberlakukan penutupan sementara meliputi akses Simpang Karya menuju Simpang BI, Simpang Empat Koramil Telanaipura menuju Kantor Gubernur, Simpang Museum menuju Simpang BI, Simpang Pulai menuju Simpang Tanjung, serta Simpang Tugu Juang menuju Simpang Masjid Nurul Hikmah.

Sementara itu, pada sejumlah ruas jalan lainnya akan diberlakukan sistem buka-tutup secara situasional, menyesuaikan kondisi dan situasi arus lalu lintas di lapangan.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.I.K., M.H., melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa rekayasa lalu lintas tersebut merupakan langkah kepolisian untuk memberikan jaminan keamanan dan keselamatan kepada peserta kegiatan maupun masyarakat pengguna jalan.

“Rekayasa lalu lintas ini merupakan langkah yang harus dilakukan demi menjamin keamanan dan keselamatan seluruh peserta maupun pengguna jalan selama berlangsungnya Presisi Merdeka Run 2026. Kami juga berupaya agar aktivitas dan mobilitas masyarakat tetap dapat berjalan dengan baik melalui pengaturan serta pengalihan arus di sejumlah titik,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji.

Kabid Humas mengimbau masyarakat yang akan melintasi kawasan terdampak rekayasa lalu lintas agar menyesuaikan waktu perjalanan, memperhatikan informasi pengaturan arus, serta menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan petugas.

“Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan menggunakan jalur alternatif apabila hendak melintasi kawasan yang dilakukan penutupan sementara. Personel akan ditempatkan di sejumlah titik untuk melakukan pengaturan, memberikan informasi kepada pengguna jalan, serta memastikan arus lalu lintas tetap terkendali,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mematuhi setiap arahan petugas di lapangan dan tidak memaksakan diri melintasi ruas jalan yang sedang ditutup demi kepentingan keselamatan bersama.

“Kami berharap masyarakat dapat memahami dan mendukung rekayasa lalu lintas ini. Seluruh personel di lapangan akan berupaya memberikan pelayanan dan pengaturan sebaik mungkin sehingga kegiatan dapat berlangsung aman, tertib dan lancar, sementara kepentingan masyarakat pengguna jalan tetap menjadi perhatian,” tambahnya.

Kombes Pol. Erlan Munaji juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila penutupan dan pengalihan arus tersebut menimbulkan ketidaknyamanan maupun gangguan terhadap aktivitas dan mobilitas masyarakat.

“Atas nama Polda Jambi, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat apabila rekayasa lalu lintas ini mengganggu aktivitas dan mobilitas. Kami memohon pengertian serta dukungan masyarakat, karena langkah ini dilakukan semata-mata untuk menjamin keamanan, keselamatan, dan kesuksesan pelaksanaan Presisi Merdeka Run 2026. Terima kasih atas kerja sama dan partisipasi seluruh masyarakat Jambi,” tutup Kabid Humas.

Polda Jambi berharap dukungan dan partisipasi masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam menyukseskan Presisi Merdeka Run 2026. Selain menjadi ajang olahraga untuk mendorong pola hidup sehat dan membangun semangat kebersamaan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mempererat hubungan Polri dengan masyarakat serta memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi di Kota Jambi.

Jambi Siap Jadi Tuan Rumah Event Nasional, Presisi Merdeka Run 2026 Jadi Momentum Pembuktian

Jambi – Sehari menjelang pelaksanaan Presisi Merdeka Run (PMR) 2026, Provinsi Jambi menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah penyelenggaraan event berskala nasional.

Berbagai unsur telah bergerak bersama untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan optimal, sekaligus memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta maupun masyarakat yang hadir.

Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, Presisi Merdeka Run 2026 menjadi momentum penting bagi Jambi untuk menunjukkan kapasitas dalam mengelola kegiatan berskala nasional. Kesiapan tersebut tidak hanya terlihat dari aspek teknis penyelenggaraan, tetapi juga melalui kolaborasi lintas sektor antara Polri, pemerintah daerah, TNI, instansi terkait, dunia usaha, komunitas, pelaku UMKM, relawan hingga masyarakat.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa sinergi seluruh pihak menjadi kekuatan utama dalam memastikan pelaksanaan Presisi Merdeka Run 2026 berjalan dengan baik.

“Kapolda Jambi menegaskan bahwa keberhasilan Presisi Merdeka Run 2026 bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi merupakan hasil kerja bersama. Polri bersama pemerintah daerah, TNI, seluruh stakeholder dan masyarakat terus memperkuat sinergi untuk memastikan kegiatan ini berlangsung aman, tertib, profesional dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Kabid Humas Polda Jambi.

Menurutnya, setiap unsur telah mengambil peran sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing, mulai dari aspek keamanan, pelayanan, kesehatan, lalu lintas, kebersihan hingga dukungan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi gambaran bahwa Jambi memiliki ekosistem yang mampu mendukung penyelenggaraan kegiatan besar secara terkoordinasi.

Lebih lanjut, Kabid Humas mengatakan bahwa Presisi Merdeka Run 2026 juga menjadi kesempatan bagi Jambi untuk menunjukkan karakter daerah, keramahan masyarakat, kualitas pelayanan serta kemampuan berbagai sektor dalam memberikan pengalaman positif kepada para peserta dan tamu yang datang.

“Momentum ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Provinsi Jambi untuk menunjukkan kepada Indonesia bahwa Jambi siap menjadi tuan rumah event nasional. Kita ingin setiap peserta dan tamu yang datang mendapatkan rasa aman, nyaman dan pelayanan yang baik selama berada di Jambi,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan event nasional secara konsisten dapat menjadi modal penting dalam meningkatkan kepercayaan terhadap Jambi sebagai salah satu daerah yang siap menjadi lokasi berbagai agenda nasional di masa mendatang.

Bagi Polda Jambi, lanjutnya, Presisi Merdeka Run 2026 merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan kegiatan yang aman, tertib dan profesional, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Polda Jambi berkomitmen memberikan pengamanan dan pelayanan terbaik. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban, mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan, serta mendukung kelancaran seluruh rangkaian Presisi Merdeka Run 2026,” ungkapnya.

Presisi Merdeka Run 2026 Jambi bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk menunjukkan semangat kolaborasi dan kemampuan Jambi dalam menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional.

“Besok ketika garis start dibuka, bukan hanya sebuah perlombaan yang dimulai. Jambi akan menunjukkan kepada Indonesia bahwa daerah ini siap menjadi tuan rumah, siap berkolaborasi dan siap memberikan pengalaman terbaik dalam penyelenggaraan event nasional,” pungkas Kabid Humas Polda Jambi.

Tim Gabungan Polda Jambi, Polres dan Pemda Merangin Tertibkan PETI Dikawasan Unesco Global Geopark

Merangin – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi melalui Subdit IV Tipidter bersama Pemerintah Kabupaten Merangin, Polres Merangin, Tim Terpadu Penanganan Pertambangan Rakyat, serta pengelola UNESCO Global Geopark (UGGp) Kabupaten Merangin melaksanakan patroli gabungan dalam rangka penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan UNESCO Global Geopark Merangin, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin Bupati Merangin H. Muhammad Syukur, S.H., M.H., didampingi Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Effendi, S.I.K., M.H., dan diikuti unsur Ditreskrimsus Polda Jambi, Polres Merangin, Polsek Sungai Manau, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, serta Tim Terpadu Penanganan Pertambangan Rakyat.

Patroli gabungan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Nomor: Sprin/496/VII/RES.5/2026/Ditreskrimsus tanggal 6 Agustus 2026 dengan sasaran kawasan UNESCO Global Geopark Merangin sebagai salah satu kawasan konservasi yang memiliki nilai geologi, lingkungan, dan wisata bertaraf internasional.

Dalam pelaksanaan patroli, tim gabungan melakukan penyisiran di sepanjang bantaran sungai dan menemukan empat unit rakit yang diduga digunakan sebagai sarana penambangan emas ilegal menggunakan mesin sedot (kompresor) di kawasan Muara Karing. Saat dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan adanya pelaku di lokasi.

Tim gabungan kemudian mengamankan seluruh peralatan yang berada di lokasi untuk kepentingan proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Barang bukti yang berhasil diamankan terdiri dari tiga unit mesin kompresor, dua unit mesin genset, dua buah dulang, enam lembar karpet, empat selang berwarna biru, empat selang air, serta delapan utas tali.

Selain melakukan penindakan, petugas juga memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan maupun membantu aktivitas pertambangan emas tanpa izin, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian kawasan UNESCO Global Geopark Merangin dari kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan ilegal.

Hasil patroli tidak menemukan adanya aktivitas pertambangan menggunakan alat berat jenis ekskavator. Namun demikian, petugas masih menemukan bekas aktivitas penambangan menggunakan rakit-rakit kecil sehingga pengawasan dan patroli akan terus ditingkatkan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi, Kombes Pol. Taufik Nurmandia, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polda Jambi berkomitmen mendukung penuh upaya pemerintah dalam menjaga kawasan UNESCO Global Geopark Merangin dari segala bentuk aktivitas pertambangan ilegal.

“Kawasan UNESCO Global Geopark Merangin merupakan aset nasional yang harus kita jaga bersama. Polda Jambi tidak akan memberikan ruang bagi aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dapat merusak lingkungan dan mengancam keberlangsungan kawasan konservasi. Penegakan hukum akan terus dilakukan secara tegas, profesional, dan berkelanjutan, disertai langkah-langkah preventif melalui edukasi kepada masyarakat.”

Lebih lanjut, Kombes Pol. Taufik Nurmandia mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak melakukan aktivitas pertambangan ilegal maupun memberikan dukungan dalam bentuk apa pun.

“Kami mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga warisan alam ini. Laporkan kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas pertambangan ilegal. Sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat menjadi kunci dalam melindungi kawasan Geopark Merangin agar tetap lestari bagi generasi mendatang.”

Polda Jambi menegaskan akan terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Merangin, Balai UNESCO Global Geopark, serta seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan patroli rutin, penegakan hukum, dan upaya pencegahan terhadap aktivitas pertambangan ilegal demi menjaga kelestarian lingkungan dan mempertahankan nilai strategis kawasan UNESCO Global Geopark.

Polda Jambi Proses Tegas Dugaan Penipuan Rekrutme7n Bintara Polri, Dua Personel Diamankan

Jambi – Polda Jambi menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas proses penerimaan anggota Polri dengan menindak tegas dugaan kasus penipuan rekrutmen Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 yang diduga melibatkan dua personel Polda Jambi, yakni Briptu MD dan Bripda Y.

Pengaduan terkait dugaan penipuan tersebut diterima Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jambi pada 3 Agustus 2026. Berdasarkan pendataan sementara, terdapat 12 orang korban yang berasal dari masyarakat maupun anggota Polri. Sementara itu, total kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh tim Bidpropam Polda Jambi.

Modus yang diduga dilakukan kedua terduga pelanggar adalah menjanjikan kelulusan kepada peserta seleksi calon anggota Polri dengan meminta sejumlah uang sebagai imbalan.

Saat ini, Briptu MD dan Bripda Y telah diamankan oleh Bidpropam Polda Jambi untuk menjalani pemeriksaa kode etik profesi Polri. Secara paralel, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi juga tengah melakukan penyidikan terhadap dugaan tindak pidana yang dilakukan keduanya.

Kedua personel tersebut diduga melanggar Pasal 10 ayat (4) huruf g Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri.

Polda Jambi menegaskan akan menindak tegas setiap personel yang terbukti melakukan pelanggaran, baik melalui mekanisme disiplin, kode etik profesi maupun proses pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa institusinya tidak memberikan toleransi terhadap setiap bentuk penyimpangan yang mencederai kepercayaan masyarakat, khususnya dalam proses penerimaan anggota Polr

"Polda Jambi berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, transparan dan tuntas. Terhadap kedua personel yang diduga terlibat telah diamankan dan saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan oleh Bidpropam, sementara aspek pidananya ditangani Ditreskrimum Polda Jambi secara paralel."

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak mana pun yang mengaku dapat meloloskan peserta seleksi menjadi anggota Polri dengan imbalan sejumlah uang. 

"Seluruh proses rekrutmen anggota Polri dilaksanakan berdasarkan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis). Tidak ada seorang pun yang dapat menjamin kelulusan di luar mekanisme yang telah ditetapkan. Apabila ada masyarakat yang merasa menjadi korban praktik serupa, kami mengimbau agar segera melapor kepada Polda Jambi untuk ditindaklanjuti secara tegas." jelas Kabid Humas

Polda Jambi Matangkan Pengamanan Presisi Merdeka Run 2026 Melalui Tactical Floor Game

Jambi – Polda Jambi menggelar kegiatan Strategi dan Tactical Floor Game (TFG) sebagai bagian dari pemantapan kesiapan pengamanan menjelang pelaksanaan Presisi Merdeka Run (PMR) Tahun 2026, Kamis (6/8/2026), di Pendopo Kantor Gubernur Provinsi Jambi.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakapolda Jambi Brigjen Pol. B. Ali dan dihadiri Irwasda Polda Jambi, Karo Ops Polda Jambi, Kapolresta Jambi, para Pejabat Utama Polda Jambi, Pejabat Utama Polresta Jambi, serta seluruh panitia Presisi Merdeka Run 2026.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyebutkan bahwa kegiatan Tactical Floor Game ini merupakan simulasi yang bertujuan menyamakan persepsi seluruh personel terkait pola pengamanan, pembagian tugas, mekanisme koordinasi, hingga langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama pelaksanaan kegiatan.

Sebanyak kurang lebih 1.750 personel gabungan Polda Jambi dan Polresta Jambi akan dilibatkan dalam pengamanan Presisi Merdeka Run 2026. Seluruh personel akan ditempatkan sesuai ploting yang telah ditentukan dan didukung sarana komunikasi untuk memastikan koordinasi berjalan optimal.

 "Tactical Floor Game ini menjadi sarana untuk menyamakan persepsi seluruh personel terkait strategi, pola pengamanan, pembagian tugas, serta mekanisme koordinasi di lapangan. Dengan persiapan yang matang, diharapkan seluruh rangkaian Presisi Merdeka Run 2026 dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar." ujar Kabid Humas

Ditambahkannya juga bahwa Kapolda Jambi menegaskan bahwa setiap personel harus memahami tugas dan tanggung jawabnya sesuai standar operasional yang telah disusun. Tactical Floor Game menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh unsur pengamanan memiliki pemahaman yang sama sehingga pelaksanaan Presisi Merdeka Run 2026 dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta maupun masyarakat.  

Usai pelaksanaan TFG, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan langsung rute pengamanan Presisi Merdeka Run 2026 guna memastikan seluruh titik pengamanan telah dipersiapkan secara maksimal.

Copyright © Free Joomla! 4 templates / Design by Galusso Themes